olx234 wla234
Mengubah Kotoran Sapi Jadi Biogas di Desa Pujon Kidul Malang | Bachelor Electrical Energy Engineering

Mengubah Kotoran Sapi Jadi Biogas di Desa Pujon Kidul Malang

Mengubah kotoran sapi jadi biogas di Desa Pujon Kidul, Pujon, Malang — inovasi energi terbarukan berbasis limbah ternak yang mandiri dan ramah lingkungan.

MALANG – [22 Juli 2026] Masalah limbah kotoran sapi yang selama ini menjadi tantangan lingkungan di sentra peternakan pedesaan, kini menemukan solusi cerdas dan berkelanjutan. Tim dosen dan mahasiswa dari Center of Excellence of Sustainable Energy and Climate Change Universitas Telkom (Telkom University) yang dikomandani oleh Prof. Dr. Ir. Jangkung Raharjo, MT melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan mengimplementasikan teknologi inovatif biodigeter di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Sustainable Development Goals (SDGs)
Pentahelic Kerjasama Antar Lima Instansi

Langkah cerdas tersebut diambil sebagai bentuk nyata penerapan inovasi teknologi berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3(Kehidupan sehat dan Sejahtera), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), serta SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini berbetuk Kerjasama Penta_Helic antara PT. Telkom (Industri-Bisnis) – Universitas Telkom(Akademisi) – CV. Art Wijaya(Manufaktur Tangki Biodigester), Perangkat Desa Pujon Kidul (Pemerintah) serta Komunitas Sapi Perah di Desa Pujon Kidul sebagai wilayah masyarakat sasaran penerima manfaat dari pembangunan Biodigester tersebut. 

Mengubah Masalah Menjadi Berkah Berkelanjutan

Desa Pujon Kidul dikenal sebagai salah satu sentra sapi perah utama serta menjasi desa wisata dengan Cafe Sawahnya, memproduksi limbah kotoran hewan dalam jumlah besar setiap harinya. Jika hal ini dibiarkan tanpa pengelolaan, limbah tersebut bisa memicu pencemaran air baku tanah, bau tidak sedap, serta emisi gas metana () yang bisa berdampak merusak atmosfer, serta merusak sanitasi dan kesehatan lingkungan bagi masyarakat setempat.

Melalui program Pengabdian Masyarakat yang didukung hibah oleh CSR PT Telkom, diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Jangkung Raharjo, M.T., tim Universitas Telkom bersama dengan Masyarakat setempat, secara gotong royong membangun sistem biodigester dengan tangki berbahan Fiberglass (FRP) berkapasitas total 6.000 liter. Kegiatan implementasi telah dilaksanakan mulai 20 Mei sampai dengan 25 Mei 2026, dan berhasil membangun biodigester sebanyak empat lokasi di desa Pujon Kidul. Alat ini dirancang untuk mendekomposisi kotoran sapi secara anaerob selama 20 sampai 30 hari guna menghasilkan energi bersih biogas.

Kegiatan Instalasi Biodigester di Desa Pujon Kidul

“Biogas yang dihasilkan menjadi sumber bahan bakar kompor gas dapur yang dapat dimanfaatkan langsung oleh warga untuk keperluan memasak, sehingga mampu mengurangi ketergantungan pada LPG. Penghematan pengeluaran, sekaligus menghasilkan pupuk organik cair maupun padat untuk dimanfaat pada lahan produktivitas pertanian lokal,” ujar Prof. Jangkung dalam keterangannya.

Integrasi Teknologi IoT dan Panel Surya pada Biodigester

Berbeda dengan biodigester konvensional, inovasi yang dihadirkan oleh tim Universitas Telkom ini dilengkapi dengan Sistem Monitoring Jarak Jauh berbasis Internet of Things (IoT).

Sistem monitoring cerdas ini dikendalikan oleh mikrokontroler ESP32. Sistem ini mampu memantau kualitas gas secara real-time, mulai dari kadar metana (), karbon dioksida (), hidrogen sulfida (), hingga tekanan gas di dalam tangki melalui platform cloud ThingSpeak. Keunggulan lainnya, seluruh sistem elektronik ini bersifat solar-powered atau digerakkan oleh energi mandiri dari panel surya 50 Wp, tanpa bergantung pada listrik PLN.

Sistem Smart IoT Monitor Biodigeter

“Sistem monitoring berbasis IoT tersebut sangat penting guna memantau dan memastikan biodigester bekerja optimal, mendeteksi gangguan secara dini, serta menjamin aspek keselamatan penggunaan biogas oleh masyarakat,” tambahnya.

Dampak Nyata bagi Ratusan Rumah Tangga

Berdasarkan perhitungan tim, potensi pemanfaatan limbah dari populasi sapi di wilayah Pujon Kidul tersebut sangat melimpah. Dengan estimasi produksi kotoran sapi yang diolah, sistem ini diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 180 biogas per hari atau setara dengan 216 kg biogas. Jumlah energi bersih ini diperkirakan dapat melayani kebutuhan memasak harian hingga ratusan rumah tangga peternak di Desa Pujon Kidul jika dikelola dengan tepat.

Overview Flow Sistem Biodigester

Program yang menelan total investasi dan operasional sekitar Rp 450 juta ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup pendampingan teknis, pelatihan pemeliharaan alat bagi peternak penerima manfaat, serta edukasi pemanfaatan pupuk organik sebagai hasil sampingan konversi limbah kotoran sapi menjadi biogas.

Melalui sinergi antara akademisi, perangkat desa, dan kelompok peternak lokal, implementasi biodigester pintar ini diharapkan dapat menjadi model percontohan nasional bagi desa-desa lain di Indonesia dalam mewujudkan kemandirian energi dan peternakan ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan oleh Tim pelaksana yang terdiri dari dosen di lingkungan Center of Excellence of Sustainable Energy and Climate Change Universitas Telkom dan mahasiswa, yaitu:

  • Prof. Dr. Ir Jangkung Raharjo, M.T
  • Dr. Runik Machfiroh, S,Pd., M.Pd.
  • Oon Erixno, S.T., M.Sc., Ph.D.
  • Lindiasari Martha Yustika, S.S.T., M.Tr.T.
  • Dr. Ir. Basuki Rahmat, M.T. (Anggota)
  • Farah Ramadhani, S.T., M.Sc., Ph.D 
  • Rifki Rahman Nur Ikhsan, S.T., M.T.
  • I Gede Putu Oka Indra Wijaya, S.T., M.T.
  • Dr. Nachwan Mufti Adriansyah, S.T., M.T.
  • Kharisma Bani Adam, S.T., M.T., Ph.D.
  • Dr. Indra Chandra, S.Si., M.Si.
  • Dr. Ir. Ekki Kurniawan, S.T., M.T.
  • Risha Diah Rhamadhani, S.S.T, M.S.
  • Raze Van Willy Pasaribu (NIM-101062430006)
  • Ahmad Rafli (NIM-101062430002)
  • Suyatno (NIM-301012510005)
  • Arief Goeritno (NIM-301012320003)
  • Muhammad Albaihaq A.Y.L. (NIM-101062300022)
  • Irhab Arya Ramdani (NIM-1106223032)
  • Vabyola Kitesvara (NIM-101062330051)
  • James Riadi Kartawinata (NIM-101062330025)
  • Michael Halomoan H.S. (NIM-101062330051)
  • Efri Suhartono (NIM-302012320005)

muhammadakbarfairus@telkomuniversity.ac.id
muhammadakbarfairus@telkomuniversity.ac.id
Articles: 26

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link