BANDUNG, 30 Juni 2026 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Telkom University berhasil mengimplementasikan sistem monitoring berbasis teknologi Internet of Things (IoT) di Desa Baros, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Inovasi ini diterapkan untuk mengoptimalkan pengelolaan sistem energi hibrida berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang digunakan untuk menyuplai air bersih bagi warga desa.
Desa Baros dikenal sebagai salah satu dari 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2023, dan memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap ketersediaan air bersih untuk mendukung kehidupan sehari-hari, baik untuk sektor rumah tangga maupun sektor pariwisata yang tengah dikembangkan. Meski infrastruktur energi hijau berbasis matahari dan angin (PLTS-PLTB) telah terpasang dengan baik untuk menggerakkan pompa air sumur warga, operasionalnya selama ini masih terkendala oleh minimnya informasi tentang kondisi sistem pembangkitnya. Warga kesulitan melakukan deteksi dini terhadap penurunan kinerja atau gangguan teknis yang berpotensi menghentikan suplai air. Hal ini disebabkan oleh belum adanya sistem pemantauan yang akurat untuk mengetahui kondisi teknis operasional infrastruktur energi yang telah dipasang.
Melihat masalah dan tantangan tersebut, tim PkM Telkom University yang diketuai oleh Oon Erixno, S.T., M.Sc., Ph.D., bersama anggota tim yang terdiri dari Dr. Basuki Rahmat, M.T. dan Risha Diah Ramadhani, S.T., M.Sc., serta didukung oleh beberapa mahasiswa asisten Lab. ESDM dari tingkat 2 pada Prodi S1 Teknik Sistem Energi — FTE Universitas Telkom, mengambil langkah nyata. Tim PkM merancang, merealisasikan, dan menginstalasi sistem monitoring cerdas dengan memanfaatkan sensor tegangan dan arus elektrik untuk memantau status sumber PLTS dan PLTB serta baterai cadangan untuk operasional pompa air tersebut. Sistem monitor diintegrasikan ke infrastruktur energi melalui gateway IoT berbasis mikrokontroler ESP32.
“Melalui sistem berbasis IoT ini, data parameter kelistrikan dari PLTS dan PLTB serta status operasional pompa dikirimkan secara nirkabel dan ditampilkan dalam sebuah dashboard digital yang informatif serta mudah diakses,” ujar Oon Erixno dalam keterangannya. Sistem hasil rancangan telah direalisasikan dan dilakukan uji laboratorium, kemudian diimplementasikan langsung di lokasi pada tanggal 22 Juni 2026.
Sistem monitoring ini juga dilengkapi dengan pemantauan secara real-time sehingga pengelola dapat melihat kondisi atau status sistem melalui smartphone. Hal ini memungkinkan pengelola untuk melakukan langkah antisipasi atau perbaikan secara cepat sebelum berdampak pada terhentinya distribusi air ke rumah-rumah warga.
Kegiatan PkM ini tidak hanya menyediakan perangkat teknologi, tetapi tim Telkom University juga berkomitmen pada keberlanjutan program melalui pemberdayaan masyarakat sasar. Serangkaian pelatihan intensif telah dilaksanakan bagi tim pengelola lokal Desa Baros. Warga dan operator setempat dilatih mengenai cara membaca metrik dashboard, melakukan interpretasi data grafik, hingga teknik troubleshooting dasar jika terjadi gangguan jaringan atau perangkat.
Selain itu, tim PkM juga menyerahkan dokumen Panduan Operasional Baku (Standard Operating Procedure/SOP) yang mencakup langkah perawatan berkala fisik perangkat, seperti pembersihan panel surya dan kalibrasi sensor. Skema penjadwalan pompa air kini juga dapat disesuaikan berbasis ketersediaan energi terbarukan harian demi efisiensi biaya operasional.
Melalui implementasi pemantauan berbasis teknologi IoT pada infrastruktur energi hijau untuk operasional pompa sumur, keandalan suplai air bersih di Desa Baros diharapkan dapat meningkat secara signifikan dan memberikan stabilitas yang lebih baik bagi 11.593 jiwa penduduk Desa Baros. Di samping itu, program ini berhasil mendorong kemandirian energi di tingkat lokal, sehingga masyarakat Baros kini mampu mengelola dan merawat infrastruktur energi terbarukan mereka secara mandiri tanpa ketergantungan penuh pada teknisi dari luar.
Langkah inovatif yang selaras dengan roadmap penelitian KK SMART Telkom University ini diharapkan dapat menjadi model percontohan (role model) bagi replikasi infrastruktur pintar berbasis IoT untuk komunitas di desa-desa wisata lainnya di Indonesia.










